Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

Mempersiapkan Kehidupan Yang Istiqomah Di Rumah

Kehidupan tidak selalu berjalan mulus, ada susah dan senang, ada
kalanya sibuk bekerja, juga ada waktunya untuk beristirahat.
Sejak tahun 1991 saya banyak menghabiskan waktu bekerja di perantauan,
hm….. lama juga ya? Ibarat orang makan mungkin sudah terasa kenyang.
Lalu apa yang sudah dihasilkan dari selama bekerja di perantauan? Ini
adalah pertanyaan yang tidak harus dijawab bukan? Tapi minimal
anak-anak udah pada gede, dari 3 anak yang semuanya cowok, keduanya
sudah bekerja, tinggal si bungsu yang masih sekolah di kelas 1 SMK
Petarukan.


Memang, beban kebutuhanku memenuhi biaya pendidikan sudah mulai
berkurang, namun tahun depan kalau si bungsu mau melanjutkan ke
tingkat SLTA maka harus dipersiapkan lagi dana yang
bla…bla…bla….
Oh, nggak masalah, itu kan memang kewajiban orang tua. Yang
terpenting, di saat pengeluaranku sudah mulai berkurang, di saat
itulah saya akan berusaha untuk memulai membangun kekuatan ekonomi di
rumah. Ya, saya mungkin belum terlalu tua, juga masih semangat
bekerja, namun terlalu lama di perantauan rasanya kok bener-bener
bla…bla.,bla…

Jadi, semoga tahun ini adalah tahun terbaik untuk memulai bekerja dan
istiqomah di rumah. Amin

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Jakarta Digoncang Bom

Ketika kemarin jakarta digoncang bom thamrin, saya sama sekali tidak berminat untuk memposting berita-berita aktual seputar kejadian tersebut. Entah mengapa fellingku mengatakan "percuma", itu tak lebih dari konspirasi politik untuk pengalihan isu-isu di pemerintahan.

Bunga Dahlia

Ini adalah Galeri Bunga Dahlia. Bunga dahlia banyak tumbuh di indonesia. Meski bunganya tidak begitu harum, namun keindahan warnanya sangat mempesona, sejuk dipandang mata.

ANGIN TANPA SUARA

Embun dingin pada rumput di kotamu menyentuh pada dinding kalbuku seakan dia menyapa ...di mana kebebasan di mana kemerdekaan ! ! Tak ku tahu dimanakah ujung sebuah perdamaian dimana seorang ibu membagi kasih sayang pada anaknya selama ini aku terjajah di tempat dimana aku dilahirkan dan tak dapat ku jawab dimana ada kemerdekaan karena ia telah lama dijarah orang bumiku menangis hatiku merintih air lama tak mengalir pada bengawan yang kering kini. Di kotamu ini angin berdesah tanpa suara tapi debu-debu perih menghempas menerjang embun tak lagi berguguran di pangkuan bumi meninggalkan daun-daun makin kering, pucat pasi tak jua ku temukan kemerdekaan di sini karena di sini yang ada hanya kebebasan tanpa makna kebebasan tanpa suara tanpa kata-kata di sini orang-orang berperang di sana orang-orang saling tikam menorehkan luka yang dalam dendam dan kebencian tak seperti ibundaku dulu yang melahirkan dan membesarkan dengan taruhan nyawa satu-satunya tanpa kesedihan tanpa keluh kesah. Embun...

MERENGKUH GUNUNG

Betapa besar cita-cita manusia, sebesar gunung yang tinggi menjulang. Bila diri ini mampu tentu akan digenggam tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit, hayalannya luas membentang menembus cakrawala, melintasi galaksi maha perkasa, menembus langit gaib, misteri dan maha gaib. Itulah manusia, tidak lebih kecil dari orang hutan dan tidak lebih besar dari kerbau yang dungu, tapi dengan otaknya mampu terbang meninggalkan burung-burung, dan menyelami dasar samudra yang tidak pernah dijamah oleh ikan paus sekalipun. Tapi kesombongannya mampu meruntuhkan gunung tembaga pura dan memuntahkam lumpur panas dari dasar perut bumi. Dengan sekali klik, kota New York pun dapat diluluhkan menjadi bubur api dengan sebutir biji nuklir, dan dengan sekali klik, fitnah dan virus kehidupan tersebar bagai air bah di dunia maya, menyerang jantung kehidupan, membunuh hati nurani. Inilah kehidupan, manusia dengan segala kemampuannya boleh berbuat dan menjadi apa saja, menjadi baik atau buruk, beradab atau jahilia...

Menghayati Ujian Kehidupan

Memahami hidup yang serba sulit ini, seseorang pada hakikatnya sedang mendalami keindahan-keindahan hidup yang ditakdirkan oleh Allah. Tak satupun manusia di dunia ini mengalami kesenangan atau kesusahan terus menerus tanpa batas. Apa artinya menikmati kebahagiaan tanpa pernah tahu apa itu kesusahan. Keduanya digilirkan kepada semua manusia baik yang miskin maupun yang kaya. Di dalam hatilah letaknya kebahagiaan, kuncinya adalah menerima setiap keadaan dengan lapang dada dan ikhlas. Jika kita tidak membiasakan sifat menerima segala keadaan dengan ikhlas di hati kita, maka hati kita akan dipenuhi dengan penyakit-penyakit hati yang membahayakan seperti pemarah, iri hati, dendam, pengadu domba dan sebagainya. Karenanya biasakanlah diri ini untuk selalu bertawakal kepada Allah dengan selalu bekerja dan beribadah kepadaNya. Maka celakalah seseorang yang mau beribadah kepada Allah dengan mempersyaratkan terpenuhinya hajat-hajat hidup di dunia. Tanpa kita mintapun seluruh...

Hukum Memakan Bekicot

Menjadi sebuah dilema ketika mempertimbangkan antara boleh dan tidaknya memakan daging bekicot. Dalam satu sisi ada yang menghalalkan, sedang di sisi yang lain mengharamkan. Ada pula yang hanya merasa jijik tanpa tahu menahu hukum tersebut, ada pula yang doyan dan getol dengan keunikan rasa daging bekicot. Bekicot memiliki nama latin Achatina fulica, ia berasal dari Afrika Timur dan menyebar ke hampir semua penjuru dunia akibat terbawa dalam perdagangan. Hewan ini memiliki tubuh yang lunak, sehingga digolongkan dengan kelompok hewan mollusca. Menurut Suwignyo (2005: 132), Bentuk cangkang bekicot pada umumnya seperti kerucut dari tabung yang melingkar seperti konde. Puncak kerucut merupakan bagian yang tertua, disebut apex. Bekicot memiliki kandungan gizi dan protein tinggi, dan mengandung asam amino esensial. Kandungan protein dalam 100 gram daging bekicot ada 57,08 gram, 3,34 gram lemak, 2,05 gram serat besar, 13,8 abu, 1,58 gram kalsium dan 1, 48 gram pospor. (Chaves, 1997 dalam Sovi...

HATI YANG BERDEBU

Ubun-ubunku yang tak pernah sakti hati, jantung, dan paru-paru yang tak pernah menjadi besi hari demi hari aku pusing tujuh keliling oh jari jemari menggaruk di rambut kepala yang tak pernah gatal kulit lecet biar bernanah berdarah agar aku tahu sakit di antara tawa ubun-ubunku tak pernah berfikir baqa tak pernah menjadi ratu pantas aku manja dan mengeluh, selalu meratapi panas menyesali hujan ubun-ubun itu pusing tujuh keliling menghitung sisa detik ...* * / @ ..@\ :....?~~... ....@...@..@..!. Hatiku ! Kau menterkejutkan aku hatiku jangan berkata begitu seakan kau maha tahu. ...@ ..m@'@fkan aku hatiku kau adalah suara jiwaku yang selama ini aku campakkan ke comberan aku baru mengerti ubun-ubunku tak pernah sakti karena selama ini aku bermanja makan dan tidur di balai mewah ! Maafkan aku hatiku karena tak pernah kubasuh mukaku berdebu selama ini tangan berbalut daki kaki berlumpur duli tapi kau selalu berkata suci dan di lisan selalu ku dustai. Barangkali kau berkehendak jasad lusu...

KEIMANAN MEMBANGKITKAN KEBERANIAN

Sesungguhnya keimanan itu membangkitkan keberanian, seperti minyak yang membangkitkan nyala api, semakin banyak minyaknya, maka akan semakin besar nyala apinya. Orang yang beriman akan senantiasa melakukan kebaikan sekalipun kadang-kadang harus disertai pengorbanan harta dan nyawa. Dan orang yang beriman akan senantiasa menjauhi kejahatan walaupun dengan kejahatan itu akan memberikan keuntungan besar kepadanya. Dia akan berani dan tegas untuk mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Dan keberanian yang hakiki adalah keberanian untuk selalu istiqomah dalam menegakkan keimanan di dalam hatinya walaupun dengan taruhan nya, demi mencapai keridloan Allah.

Ketika Engkau Ku Jelang

Aku lihat di pelupuk matamu ada setitik harapan titik yang bening menoreh di pipi menyentuh di hati. Di sini sekarang engkau tiba di berandaku ini tempat aku mengenal warna warna cerah dan di tepi hari ini aku akan cerita tentang hijau yang mengembang dan putih yang ranau terapung di antara kabut tipis dan sinar senja. Aku lihat di kedua bibirmu tak ada kata yang terucap tapi menyimpan seribu kalimat dengan apa hendak engkau sampaikan rasa hatimu yang bergejolak... Dan kau lihat di rusukku kering tak bertenaga tidakkah ini suatu gambaran bahwa aku ini tak berdaya? Pemalang 5 nov 1988 dari album BUNGA SEROJA :@

Luna Maya Juga Manusia

Luna Maya juga manusia, Punya hati dan perasaan