Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

Tentang Kami

Assalaamu ‘Alaikum Wr. Wb.


Selamat datang di Website http://www.muhammadsaroji.com , sebuah media internet yang berisi konten - konten Sastra dan Fotografi.


Privasi


Website http://www.muhammadsaroji.com ini adalah website yang terbuka bagi siapa saja untuk berkunjung dan berkomentar.
Bila Anda ingin mengcopy-paste konten Kami untuk diposting di blog Anda, maka Kami harap Anda mencantumkan link Website Kami.
Di sini . Kita saling menasehati, berbagi pengalaman, pencerahan, bersilaturahmi, dan mendukung program internet yang sehat dan aman untuk keluarga.


Dedikasi

Kami persembahkan Website http://www.muhammadsaroji.com  ini bagi seluruh keluarga kami tercinta, terutama istri dan anak-anak kami, juga bagi teman-teman dan sahabat-sahabat muslim tercinta fi sabilillah yang telah memberi dorongan/motivasi, serta selalu menjadi sumber inspirasi dalam setiap tulisan-tulisan Kami.
Semoga dengan hadirnya Website yang sederhana ini dapat menjadi tali pengikat silaturahmi dan kasih sayang di antara sesama umat islam, juga bagi para blogger muslim, teman dan sahabat, dan menjadi pemacu semangat kreatifitas untuk selalu menciptakan karya-karya yang bermutu, dan selalu mendukung program internet yang sehat, aman dan nyaman bagi keluarga tercinta. Amin


Riset Dan Pengembangan


Kami sebagai Owner dan Developer dari Website http://www.muhammadsaroji.com selalu berusaha agar eksistensi dari Website http://www.muhammadsaroji.com semakin meningkat baik dari kualitas websitenya sendiri maupun dari segi konten-konten yang disajikan kepada para pengunjung/masyarakat. Karenanya kami selalu melakukan riset, perbaikan dan pengembangan terhadap Website kami, dan untuk waktu yang akan datang semoga Website http://www.muhammadsaroji.com  dapat  selslu eksis di tengah-tengah kita. Tentu ini adalah pekerjaan yang tidak ringan dan terkesan ambisius, tetapi itulah perjuangan, dan hanya Allah-lah sebaik-baik penolong bagi kami dalam menjalankan misi yang mulia ini. Dan semoga kehadiran kami bermanfaat bagi kita semua, amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan

Membeli buah2an di pasar, dimakan enak...enak...enak... Tapi menanam sendiri buah itu,menyirami,memupuk,menyiangi,merawat bunga dan buahnya,kemudian memetik dan memakan buahnya...itulah kenikmatan luar biasa yang dapat membawa kita mengerti arti perjuangan dan pengorbanan. Menuju keberhasilan itu sabar,sabar dan sabar... -- CREATED BY : MUHAMMAD SAROJI

Mawar Putih

Jakarta- Jakarta

Jakarta, ketika malam mulai lengang ketika rembulan tak lagi purnama sayup-sayup terdengar bunyi kendaraan melintas mengusik gendang telinga yang merindukan kesunyian ini malam aku amat lelah ingin benar mata terpejam merengkuh bantal guling menjemput impian tapi suara gaduh tadi siang masih saja terngiang di telinga kegaduhan mesin pabrik klakson mobil bersahutan kemacetan panjang jalan raya hingar bingar musik kenangan masa muda bersatu menjadi satu warna ibu kota, hidup dan kehidupan. Jakarta, di saat menghembus angin dingin yang kering pertanda gersang musim telah tiba telah dua purnama kaki ini melangkah menelusuri detik-detik kehidupan yang tak lagi ramah tak mungkin bukan ? aku mundur ke belakang ? Tak mungkin bukan ? aku harus menyerah dan kalah ? Jakarta, inilah saatnya aku kembali mengeja makna cinta dan kasih sayang yang berdiri menantang di antara dendam dan kebencian ini hidup untuk cinta, tapi cinta apa ? orang rela mati karena cinta merana dan terhina karena cinta. Jakar...

Doa Suci

Sebait doa suci, Seharum kembang mawar dan melati, kembang bidadari di pelaminan pengantin. Lisan fasih berpadu janji, hati bersatu mengarung bahtera dalam biduk abadi. "Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian", mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, dua hati telah bertaut dalam syahdu, bilakah bersatu dalam tali cinta yang abadi. Seharum mawar dan melati, doa suci mengalun menembus batas langit, sepasang merpati putih terbang tinggi, menjemput impian yang tinggal sedetik, sedetik lagi. Mekarlah bunga sekuntum, tumbuhlah benih suci, hamparkanlah perjalanan agung, berjanjilah setia hati. -- © Copyright - All Rights Reserved

The Moon Up the Grave

Looks there are full the moon in the heart..  You come with knifes in your hand.  Kill the hope with the grave.  the moon over the grave. the women death  in your arms. ripple foams.  it is you have looking me at the window.  far a way from my palace. I killed the wolf saw the bloods.  drinking my sould fresh of bloods.  The moon in the grave .  One love start to growth. Full the moon over the graves.  and sounds of voices  wolf in night.  I see you was laughing a roast. love blue with blood of blue Princess and Loves killing rites of secreet in the rib from man of misser Trown white heart of his princess in the moon up the grave (buat sahabatku Hidayatut Thoyyibah .bulan diatas kuburan 2014) Sumber Gambar : http://abuthalhah.files.wordpress.com/2009/01/indahnya-bulan.jpg .

Sahabatku

Usia ini telah menorehkan kenangan tersendiri kenangan tentang kehidupan hitam dan putih secerah warna pelangi. Satu persatu para sahabat tercinta pergi meninggalkan dunia meninggalkan anak dan istri tercinta menuju alam baqa. Barangkali para sahabatku tidak sempat menorehkan tinta emas untuk memberi warna sejarah tapi paling tidak mereka telah berkarya untuk hidup mereka sendiri menjadi orang yang baik di mata keluarga dan orang-orang tercinta. Selamat jalan para sahabatku semoga Tuhan di tangan kananmu sorga di tangan kirimu. ( untuk sahabat-sahabat tercinta : almarhum Ahmad Suhani, Rokhana, Rusmarno, Maryam ). [category personal] [tags sahabat, usia, Tuhan, baqa]

Prahara

Kapankah engkau kan kembali, aku dendam, dicengkramku sebilah pedang, ingin benar nafsu puas menikam, pada engkau biar hilang musnah. Aku mencapai bisu, racun dan darah telah tertumpah, padahal itu lukaku, karena tikaman sendiri, disaat engkau beri saksi, bahwa cinta adalah suci, terlalu suci untuk sekedar aku nikmati. @ Jakarta 6 januari 1992.

Kasih Sayang

Dalam keluarga, anak dan istri adalah sumber kasih sayang. Kepada merekalah harapan dan kedamaian menjadi tumpuan. Ketika sang suami merantau ke kota Jakarta, anak dan istri tak lupa mendoakan. Ketika dilanda kesusahan, merekalah hiburan yang menyejukkan. Anak dan istri adalah permata hati, tempat kasih sayang terjalin rapih, anak dan istri menjadi bukti kasih sayang yang suci.