Cintaku adalah memuncak menggunung
dan aku adalah jiwa yang kecewa,
aku memburu hingga keremangan kabut
aku makin memuncak
aku makin gelap
pada salju yang abadi
Dan aku adalah jiwa yang kecewa
desau angin mencampak meruntuh
di kegersangan bumi yang makin tandus
dan bumiku, lukaku
makin ke puncak-puncak gunung
aku melolong panjang
menjerit menyayat menumpahkan darah
cinta bagiku adalah sebuah praha
yang saling tusuk saling tikam
tapi engkau tak peduli
di saat aku tiada arti lagi.
DI NEGERI INI DI NGERI INI Di negeri ini aku tak ingin bicara demokrasi setidaknya untuk kali ini apa lagi berbicara kekuasaan ...keuangan ...ketuhanan ...mengerikan !! Ini negeri dimana sepatah kata tak berarti lagi tidak seorang ratu bersabda apatah lagi orang jelata jangan dipaksakan belati untuk bersuara ketika hukum tak lagi menjadi payung di sini ada rakyat yang marah karena kekayaan hanyalah jaminan hutang belaka bukan menggadaikan negara, bukan ! tapi jiwa negara ini benar-benar merintih kesakitan aku hanya mencari panutan bukan orang pintar yang hanya pandai berbicara. Ini negeri ketika media TV dan koran menjadi Tuhan raja takluk pada sabdanya rakyat tunduk pada kebohongannya. Ini negeri ketika Tuhan yang sebenarnya didustakan kalau tidak untuk dikatakan apatriotis sebenarnya aku malu tinggal di negeri ini tapi di sini aku dilahirkan dan dibesarkan di sini pula Bapak Ibuku dimakamkan tapi di sini aku melihat kekuasaan... Keuangan ketuhanan begitu mengerikan di kengerian ini d...
Komentar