Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

Jakarta- Jakarta

Jakarta,
ketika malam mulai lengang
ketika rembulan tak lagi purnama
sayup-sayup terdengar bunyi kendaraan melintas
mengusik gendang telinga yang merindukan kesunyian
ini malam aku amat lelah
ingin benar mata terpejam
merengkuh bantal guling menjemput impian
tapi suara gaduh tadi siang
masih saja terngiang di telinga
kegaduhan mesin pabrik
klakson mobil bersahutan
kemacetan panjang jalan raya
hingar bingar musik kenangan masa muda
bersatu menjadi satu warna ibu kota,
hidup dan kehidupan.

Jakarta,
di saat menghembus angin dingin yang kering
pertanda gersang musim telah tiba
telah dua purnama kaki ini melangkah
menelusuri detik-detik kehidupan yang tak lagi ramah
tak mungkin bukan ?
aku mundur ke belakang ?
Tak mungkin bukan ?
aku harus menyerah dan kalah ?

Jakarta,
inilah saatnya aku kembali mengeja
makna cinta dan kasih sayang
yang berdiri menantang di antara dendam dan kebencian
ini hidup untuk cinta,
tapi cinta apa ?
orang rela mati karena cinta
merana dan terhina karena cinta.

Jakarta,
jangan jadikan aku seorang pecundang yang durhaka
dalam kesulitannya aku meniti jembatan hidup
kadang tergelincir dan berdarah
di sini tak ada ayah bunda
tempat aku mengeluh dan berbagi rasa
tak ada pula sanak saudara
tempat bercerita dan bertutur sapa.

Jakarta,
inilah keramaian dalam kesunyian
hidup dan berdiri satu-satu
menghayati diri bagai yatim piatu
melangkah tertatih-tatih
menatap masa lalu
pedih dan perih
merangkai bunga di tangan
mawar dan melati
semoga indah akhir sebuah kisah
menunggu takdir cinta penuh misteri.

--
Created By
Muhammad Saroji

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan

Membeli buah2an di pasar, dimakan enak...enak...enak... Tapi menanam sendiri buah itu,menyirami,memupuk,menyiangi,merawat bunga dan buahnya,kemudian memetik dan memakan buahnya...itulah kenikmatan luar biasa yang dapat membawa kita mengerti arti perjuangan dan pengorbanan. Menuju keberhasilan itu sabar,sabar dan sabar... -- CREATED BY : MUHAMMAD SAROJI

السلام عليكم ورحمة‎ ‎الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين اياك نعبد واياك نستعين اهدنا الصراط المستقيم صراطالذ ين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولضالي ...

Mawar Putih

Doa Suci

Sebait doa suci, Seharum kembang mawar dan melati, kembang bidadari di pelaminan pengantin. Lisan fasih berpadu janji, hati bersatu mengarung bahtera dalam biduk abadi. "Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian", mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, dua hati telah bertaut dalam syahdu, bilakah bersatu dalam tali cinta yang abadi. Seharum mawar dan melati, doa suci mengalun menembus batas langit, sepasang merpati putih terbang tinggi, menjemput impian yang tinggal sedetik, sedetik lagi. Mekarlah bunga sekuntum, tumbuhlah benih suci, hamparkanlah perjalanan agung, berjanjilah setia hati. -- © Copyright - All Rights Reserved

The Moon Up the Grave

Looks there are full the moon in the heart..  You come with knifes in your hand.  Kill the hope with the grave.  the moon over the grave. the women death  in your arms. ripple foams.  it is you have looking me at the window.  far a way from my palace. I killed the wolf saw the bloods.  drinking my sould fresh of bloods.  The moon in the grave .  One love start to growth. Full the moon over the graves.  and sounds of voices  wolf in night.  I see you was laughing a roast. love blue with blood of blue Princess and Loves killing rites of secreet in the rib from man of misser Trown white heart of his princess in the moon up the grave (buat sahabatku Hidayatut Thoyyibah .bulan diatas kuburan 2014) Sumber Gambar : http://abuthalhah.files.wordpress.com/2009/01/indahnya-bulan.jpg .

Sahabatku

Usia ini telah menorehkan kenangan tersendiri kenangan tentang kehidupan hitam dan putih secerah warna pelangi. Satu persatu para sahabat tercinta pergi meninggalkan dunia meninggalkan anak dan istri tercinta menuju alam baqa. Barangkali para sahabatku tidak sempat menorehkan tinta emas untuk memberi warna sejarah tapi paling tidak mereka telah berkarya untuk hidup mereka sendiri menjadi orang yang baik di mata keluarga dan orang-orang tercinta. Selamat jalan para sahabatku semoga Tuhan di tangan kananmu sorga di tangan kirimu. ( untuk sahabat-sahabat tercinta : almarhum Ahmad Suhani, Rokhana, Rusmarno, Maryam ). [category personal] [tags sahabat, usia, Tuhan, baqa]

Prahara

Kapankah engkau kan kembali, aku dendam, dicengkramku sebilah pedang, ingin benar nafsu puas menikam, pada engkau biar hilang musnah. Aku mencapai bisu, racun dan darah telah tertumpah, padahal itu lukaku, karena tikaman sendiri, disaat engkau beri saksi, bahwa cinta adalah suci, terlalu suci untuk sekedar aku nikmati. @ Jakarta 6 januari 1992.

Kasih Sayang

Dalam keluarga, anak dan istri adalah sumber kasih sayang. Kepada merekalah harapan dan kedamaian menjadi tumpuan. Ketika sang suami merantau ke kota Jakarta, anak dan istri tak lupa mendoakan. Ketika dilanda kesusahan, merekalah hiburan yang menyejukkan. Anak dan istri adalah permata hati, tempat kasih sayang terjalin rapih, anak dan istri menjadi bukti kasih sayang yang suci.