Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

Surat Untuk Jack

Jumat,
sepuluh oktober
sembilan tujuh
hari itu aku menyebut seuntai namamu
hanya sepatah kata, Jack
Jack yang dulu pernah menjadi sahabatku.


Hari itu sungguh kelabu
ada mendung bergulung
tapi itu bukan pertanda akan turunnya hujan
kemarau ini sungguh memanggang hidupku
memaksaku merintih pada segenap jiwaku
tapi tak ku katakan, ya
untuk aku mengutuk keadaanku
tapi ini sungguh menyiksa
karena bukan hanya aku seorang menahan lapar dan dahaga
bukan hanya itu
di setiap sudut kota maut mengintip
debu-debu bertebaran menyebarkan aroma penyakit
pada manusia-manusia sesama bangsaku
yang terjebak pada permahnan adu domba
betapa lemahnya nasib manusia itu, Jack !
Lemah seperti seberkas kapas tertiup angin
nestapa seperti seekor ayam teriris belati
duhai, Jack !
Kau tahu bukan, berapa harganya sebuah kejujuran dan keadilan ?
Keadilan itu ada di mata Tuhan
apakah akan kau katakan Tuhan tak adil di tengah kegersangan ini ?


Jack,
mari kita berkaca diri
tak ada yang lebih mulia bukan di antara kita ?
Sesamanya harus saling mengasihi
saling mencintai
apa yang selama ini kita dambakan
tak lain hanyalah kedamaian
hanyalah kedamaian
itu saja.


Mungkin kau akan tahu
apa arti sebuah kehilangan yang sesungguhnya
bukan hilangnya hartamu, bukan
tapi hilangnya iman
padahal di dunia ini ada ujian
dan di akhirat nanti ada balasan.

Gunung Putri
Bogor 10 Oktober 1997

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan

Membeli buah2an di pasar, dimakan enak...enak...enak... Tapi menanam sendiri buah itu,menyirami,memupuk,menyiangi,merawat bunga dan buahnya,kemudian memetik dan memakan buahnya...itulah kenikmatan luar biasa yang dapat membawa kita mengerti arti perjuangan dan pengorbanan. Menuju keberhasilan itu sabar,sabar dan sabar... -- CREATED BY : MUHAMMAD SAROJI

Jakarta- Jakarta

Jakarta, ketika malam mulai lengang ketika rembulan tak lagi purnama sayup-sayup terdengar bunyi kendaraan melintas mengusik gendang telinga yang merindukan kesunyian ini malam aku amat lelah ingin benar mata terpejam merengkuh bantal guling menjemput impian tapi suara gaduh tadi siang masih saja terngiang di telinga kegaduhan mesin pabrik klakson mobil bersahutan kemacetan panjang jalan raya hingar bingar musik kenangan masa muda bersatu menjadi satu warna ibu kota, hidup dan kehidupan. Jakarta, di saat menghembus angin dingin yang kering pertanda gersang musim telah tiba telah dua purnama kaki ini melangkah menelusuri detik-detik kehidupan yang tak lagi ramah tak mungkin bukan ? aku mundur ke belakang ? Tak mungkin bukan ? aku harus menyerah dan kalah ? Jakarta, inilah saatnya aku kembali mengeja makna cinta dan kasih sayang yang berdiri menantang di antara dendam dan kebencian ini hidup untuk cinta, tapi cinta apa ? orang rela mati karena cinta merana dan terhina karena cinta. Jakar...

Doa Suci

Sebait doa suci, Seharum kembang mawar dan melati, kembang bidadari di pelaminan pengantin. Lisan fasih berpadu janji, hati bersatu mengarung bahtera dalam biduk abadi. "Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian", mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, dua hati telah bertaut dalam syahdu, bilakah bersatu dalam tali cinta yang abadi. Seharum mawar dan melati, doa suci mengalun menembus batas langit, sepasang merpati putih terbang tinggi, menjemput impian yang tinggal sedetik, sedetik lagi. Mekarlah bunga sekuntum, tumbuhlah benih suci, hamparkanlah perjalanan agung, berjanjilah setia hati. -- © Copyright - All Rights Reserved

The Moon Up the Grave

Looks there are full the moon in the heart..  You come with knifes in your hand.  Kill the hope with the grave.  the moon over the grave. the women death  in your arms. ripple foams.  it is you have looking me at the window.  far a way from my palace. I killed the wolf saw the bloods.  drinking my sould fresh of bloods.  The moon in the grave .  One love start to growth. Full the moon over the graves.  and sounds of voices  wolf in night.  I see you was laughing a roast. love blue with blood of blue Princess and Loves killing rites of secreet in the rib from man of misser Trown white heart of his princess in the moon up the grave (buat sahabatku Hidayatut Thoyyibah .bulan diatas kuburan 2014) Sumber Gambar : http://abuthalhah.files.wordpress.com/2009/01/indahnya-bulan.jpg .

Januari Yang Biru

Kekasihku, dua belas purnama telah berlalu, saat wajahmu dan wajahku lekat bertemu, rindu pecah menyeruak, membuncah bagai deburan ombak. Tapi ₹¤*:-/:-O;-> Kekasihku, inilah kisah di penghujung januari, ketika sayap merpati berkelepak jauh, merpati putih yang pergi menanggung malu. Adakah satu kata kau ucapkan : aku benci kamu, kemudian aku perpaling perlahan, meninggalkanmu sendirian.... Dua belas purnama telah berlalu, saat wajahmu dan wajahku lekat bertemu, kerinduan ini aku tak lagi peduli, bahkan hingga air mata terbawa mati, kerinduan itu, aku tak peduli lagi.