Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

MEMAHAMI SIFAT DASAR PSIKOPAT PADA ANAK SEJAK DINI

Seberapa besar sifat psikopat pada diri anak setelah dewasa nanti.
2 . Suka bermain api. Seorang anak yang suka bermain api kemudian
menyulutkannya pada apa saja yang ada di sekelilingnya adalah sifat
dasar psikopat sejak dini. Dia tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan
bila api membakar benda benda di sekelilingnya. Hal ini disebabkan
kontrol nalar yang belum sempurna.
3 . Suka membunuh hewan hewan kecil dengan cara menyiksa,mencabut
bulunya,memotong kakinya atau bagian bagian lain tanpa
berperikemanusiaan dan dia menikmati betul tiap bagian dari binatang
korbannya.
4 . Tidak punya empati atau kasih sayang kepada teman teman sebayanya.
Seberapa besar sifat tidak empati terhadap orang lain akan memperbesar
sifat psikopat dia setelah besar nanti.
Itulah 4 garis besar sifat psikopat pada anak yang dapat kita kenali
secara dini. Kita sebagai orang tua patut mewaspadai sifat anak anak
kita dan bila Kita mendapatkan ke empat sifat itu ada pada anak anak
kita maka kita harus membimbing dan mengarahkan perilaku anak kita
pada norma dan agama sejak dini dan meminimalisir faktor faktor luar
yang menjadi perangsang berkembangnya sifat sifat psikopat.
Agak sulit memang menilai perilaku anak kita apakah menjurus pada
sifat psikopat sebab sifat psikopat kadang terpendam dan muncul secara
sporadis bila momentumnya memungkinkan. Pada akhirnya kitapun patut
instropeksi diri apakah kita juga terlepas dari sifat psikopat ? Kalau
kita tidak berempati/kasihan pada orang lain,senang orang lain
menderita,suka menjegal kanan kiri,menggunting dalam lipatan,melempar
batu sembunyi tangan,apapun kita baik pribadi atau bagian dari
institusi swasta atau pemerintahan,maka kita adalah seorang
psikopat,dan seberapa parah sifat psikopat itu melekat pada hati
kita,hanya kitalah yang tahu. (wallahu a'lam)

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan

Membeli buah2an di pasar, dimakan enak...enak...enak... Tapi menanam sendiri buah itu,menyirami,memupuk,menyiangi,merawat bunga dan buahnya,kemudian memetik dan memakan buahnya...itulah kenikmatan luar biasa yang dapat membawa kita mengerti arti perjuangan dan pengorbanan. Menuju keberhasilan itu sabar,sabar dan sabar... -- CREATED BY : MUHAMMAD SAROJI

السلام عليكم ورحمة‎ ‎الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين اياك نعبد واياك نستعين اهدنا الصراط المستقيم صراطالذ ين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولضالي ...

Mawar Putih

Jakarta- Jakarta

Jakarta, ketika malam mulai lengang ketika rembulan tak lagi purnama sayup-sayup terdengar bunyi kendaraan melintas mengusik gendang telinga yang merindukan kesunyian ini malam aku amat lelah ingin benar mata terpejam merengkuh bantal guling menjemput impian tapi suara gaduh tadi siang masih saja terngiang di telinga kegaduhan mesin pabrik klakson mobil bersahutan kemacetan panjang jalan raya hingar bingar musik kenangan masa muda bersatu menjadi satu warna ibu kota, hidup dan kehidupan. Jakarta, di saat menghembus angin dingin yang kering pertanda gersang musim telah tiba telah dua purnama kaki ini melangkah menelusuri detik-detik kehidupan yang tak lagi ramah tak mungkin bukan ? aku mundur ke belakang ? Tak mungkin bukan ? aku harus menyerah dan kalah ? Jakarta, inilah saatnya aku kembali mengeja makna cinta dan kasih sayang yang berdiri menantang di antara dendam dan kebencian ini hidup untuk cinta, tapi cinta apa ? orang rela mati karena cinta merana dan terhina karena cinta. Jakar...

Doa Suci

Sebait doa suci, Seharum kembang mawar dan melati, kembang bidadari di pelaminan pengantin. Lisan fasih berpadu janji, hati bersatu mengarung bahtera dalam biduk abadi. "Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian", mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, dua hati telah bertaut dalam syahdu, bilakah bersatu dalam tali cinta yang abadi. Seharum mawar dan melati, doa suci mengalun menembus batas langit, sepasang merpati putih terbang tinggi, menjemput impian yang tinggal sedetik, sedetik lagi. Mekarlah bunga sekuntum, tumbuhlah benih suci, hamparkanlah perjalanan agung, berjanjilah setia hati. -- © Copyright - All Rights Reserved

The Moon Up the Grave

Looks there are full the moon in the heart..  You come with knifes in your hand.  Kill the hope with the grave.  the moon over the grave. the women death  in your arms. ripple foams.  it is you have looking me at the window.  far a way from my palace. I killed the wolf saw the bloods.  drinking my sould fresh of bloods.  The moon in the grave .  One love start to growth. Full the moon over the graves.  and sounds of voices  wolf in night.  I see you was laughing a roast. love blue with blood of blue Princess and Loves killing rites of secreet in the rib from man of misser Trown white heart of his princess in the moon up the grave (buat sahabatku Hidayatut Thoyyibah .bulan diatas kuburan 2014) Sumber Gambar : http://abuthalhah.files.wordpress.com/2009/01/indahnya-bulan.jpg .

Sahabatku

Usia ini telah menorehkan kenangan tersendiri kenangan tentang kehidupan hitam dan putih secerah warna pelangi. Satu persatu para sahabat tercinta pergi meninggalkan dunia meninggalkan anak dan istri tercinta menuju alam baqa. Barangkali para sahabatku tidak sempat menorehkan tinta emas untuk memberi warna sejarah tapi paling tidak mereka telah berkarya untuk hidup mereka sendiri menjadi orang yang baik di mata keluarga dan orang-orang tercinta. Selamat jalan para sahabatku semoga Tuhan di tangan kananmu sorga di tangan kirimu. ( untuk sahabat-sahabat tercinta : almarhum Ahmad Suhani, Rokhana, Rusmarno, Maryam ). [category personal] [tags sahabat, usia, Tuhan, baqa]

Prahara

Kapankah engkau kan kembali, aku dendam, dicengkramku sebilah pedang, ingin benar nafsu puas menikam, pada engkau biar hilang musnah. Aku mencapai bisu, racun dan darah telah tertumpah, padahal itu lukaku, karena tikaman sendiri, disaat engkau beri saksi, bahwa cinta adalah suci, terlalu suci untuk sekedar aku nikmati. @ Jakarta 6 januari 1992.

Kasih Sayang

Dalam keluarga, anak dan istri adalah sumber kasih sayang. Kepada merekalah harapan dan kedamaian menjadi tumpuan. Ketika sang suami merantau ke kota Jakarta, anak dan istri tak lupa mendoakan. Ketika dilanda kesusahan, merekalah hiburan yang menyejukkan. Anak dan istri adalah permata hati, tempat kasih sayang terjalin rapih, anak dan istri menjadi bukti kasih sayang yang suci.