Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

6 sifat penghuni neraka

6 Karakter Penghuni Neraka

(oleh : ahmad sopiani)

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Innalhamada lillaah. Shalli wa sallim 'alaa rosuulillaah. Wa ba'd.

Semoga kita selalu sehat dan bahagia dan Tetap Semangat !! dalam
lindungan Allah SWT.

Manusia memiliki karakter-karakter yang, meskipun tempatnya di benak
masing-masing namun, akan membawa banyak sekali pengaruh dalam pola
laku dalam kehidupannya di alam nyata. Seperti para motivator selalu
katakan; akal/pikiran, dimana karakter manusia dibentuk, akan
menentukan sukses, bahagia, sejahtera, bahkan masuk surga atau neraka
seseorang. Manusia yang hidup dengan penuh syukur, positif
thinking/husnudzdzann, yakin, istiqomah, sabar, tawakkal akan
mempunyai kehidupan yang jauh lebih berkualitas dibandingkan manusia
yang selalu mengeluh, mengingkari kebenaran, negative
thinking/su'udzann, penuh keraguan, inkonsisten, dan tidak berlaku
sabar. Bermula dari watak dan karakter inilah akan lahir
perbuatan-perbuatan yang pada ghalibnya akan menentukan layak atau
tidaknya seseorang untuk mendapat surga Allah atau justeru terjerembab
ke dalam Jahannam yang bergejolak.

Tentu kita berharap dan berusaha agar kita tidak memiliki karakter dan
watak yang akan membawa kita terjerumus dalam neraka. Namun berharap
saja tidaklah cukup. Kita harus berusaha mengenali karakter-karakter
manusia ahli neraka itu dan sekuat ghirah dan azzam untuk
menghindarinya.

Al-Quran Surat Qaaf ayat 24 s/d 26 memuat beberapa karakter penghuni
neraka yang mungkin saja pernah hinggap dalam diri kita;

1.. Kaffaar
Sangat ingkar. Bahkan Abu Jahal tahu persis bahwa yang dibawa oleh
keponakannya itu adalah kebenaran. Abu Lahab tahu persis bahwa
keponakannya itu adalah Al-Amin. Bahkan Umayyah dan para begundalnya
mengenalnya seperti mengenal anak kandungnya sendiri. Tetapi mereka
tetap dalam kemusyrikan dan kekafiran, tidak mau menerima kebenaran
yang dibawa Muhammad SAW. Kebenaran dipaparkan secara gamblang dengan
segala macam bukti kepada mereka, tetapi mereka berlaku kaffaar hanya
karena takut hegemoninya atas masyarakat hilang.

2.. 'Aniid
Keras Kepala. Pembangkang. Tidak mau menerima nasihat meski tahu
persis nasihat itu baik dan benar. Orang yang kaffaar secara otomatis
akan menjadi 'aniid sebagai konsekuaensi lanjutannya.

3.. Mannaa' lilkhoir
Sangat menghalangi kebaikan. Sangat tidak rela bila orang lain
melakukan/mendapat kebaikan lalu berusaha keras menghalanginya.
Sebaliknya, ia akan sangat gemar menganjurkan kejahatan dan ma'shiat.
Ramai-ramai unjuk rasa meminta Gerakan Syahwat Merdeka dibiarkan
merajalela dengan menolak aturan yang akan memberangusnya.

4.. Mu'tad
Melanggar batas. Hidup telah diatur oleh Sang Pencipta dengan
ketentuan-ketentuan, batasan-batasan, hukum-hukum dan keserasian yang
seluruhnya diperuntukkan buat kehidupan yang baik bagi manusia. Namun
ternyata, sebagian manusia menganggap batasan-batasan itu mempersempit
ruang kebebasannya. Mempersempit ruang berekspresinya. Mengancam
kesenangan pribadinya. Lalu tampillah ia dengan segala kepongahannya
berusaha above the rule. Menerabas segala hukum dan etika untuk
mendapatkan kepuasan pribadi. Menjadi pendukung utama Gerakan Syahwat
Merdeka.

5.. Muriib
Peragu. Selalu ragu-ragu alias tidak yakin terhadap kebenaran yang
disampaikan Allah dan RasulNya. Mempertanyakan segala hal yang ada
dalam Al-Quran dan Sunnah yang jelas kebenarannya dengan penuh
keraguan. Bahkan menularkan keraguan itu kepada orang lain sehingga
orang-orang disekitarnya menjadi kacau keyakinannya. Mengekspose
keraguannya itu secara besar-besaran di media massa dan dengan bangga
menyebut dirinya pembaharu dan intelektual muslim. Dengan dada busung
mengatakan kita perlu re-interpretasi atas ayat lalu melahirkan tafsir
kontemporer yang ujung-ujungnya adalah kekacauan dan kesesatan.

6.. Ja'ala Ma'allahi ilaahan aakhor
Menyembah sesembahan lain beserta Allah. Percaya pada Allah tetapi
tetap mendatangi dukun-dukun untuk dimintai bantuannya. Percaya Allah
penguasa alam semesta tetapi yakin bahwa dollar juga adalah yang maha
kuasa. Shalat dilakukan tetapi minta "penguasa laut selatan" tidak
marah dengan menaburkan sesaji. Jadi kemusyrikan itu bukan tidak
percaya dan tidak menyembah Allah, tetapi percaya, yakin dan melakukan
perbuatan yang membuat Allah tidak Maha Kuasa sendirian. Membuat Allah
seolah memerlukan kekuatan lain untuk mengatur ritme kehidupan.
Membuat Allah memerlukan sekutu untuk mengurus alam semesta.

" Allah berfirman :" Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua
orang yang sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat menghalangi
kebajikan, melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan
yang lain beserta Allah maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang
sangat ." Q.S. Qaaf : 24-26.

Dapatkah kita terhindar dari 6 karakter penghuni neraka itu ? Tentu
saja bisa! Hanya saja perlu usaha, upaya dan latihan terus menerus
untuk dapat mewujudkannya. Yakinlah, dengan tetap semangat !! kita
pasti bisa.

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan

Membeli buah2an di pasar, dimakan enak...enak...enak... Tapi menanam sendiri buah itu,menyirami,memupuk,menyiangi,merawat bunga dan buahnya,kemudian memetik dan memakan buahnya...itulah kenikmatan luar biasa yang dapat membawa kita mengerti arti perjuangan dan pengorbanan. Menuju keberhasilan itu sabar,sabar dan sabar... -- CREATED BY : MUHAMMAD SAROJI

السلام عليكم ورحمة‎ ‎الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين اياك نعبد واياك نستعين اهدنا الصراط المستقيم صراطالذ ين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولضالي ...

Mawar Putih

Jakarta- Jakarta

Jakarta, ketika malam mulai lengang ketika rembulan tak lagi purnama sayup-sayup terdengar bunyi kendaraan melintas mengusik gendang telinga yang merindukan kesunyian ini malam aku amat lelah ingin benar mata terpejam merengkuh bantal guling menjemput impian tapi suara gaduh tadi siang masih saja terngiang di telinga kegaduhan mesin pabrik klakson mobil bersahutan kemacetan panjang jalan raya hingar bingar musik kenangan masa muda bersatu menjadi satu warna ibu kota, hidup dan kehidupan. Jakarta, di saat menghembus angin dingin yang kering pertanda gersang musim telah tiba telah dua purnama kaki ini melangkah menelusuri detik-detik kehidupan yang tak lagi ramah tak mungkin bukan ? aku mundur ke belakang ? Tak mungkin bukan ? aku harus menyerah dan kalah ? Jakarta, inilah saatnya aku kembali mengeja makna cinta dan kasih sayang yang berdiri menantang di antara dendam dan kebencian ini hidup untuk cinta, tapi cinta apa ? orang rela mati karena cinta merana dan terhina karena cinta. Jakar...

Doa Suci

Sebait doa suci, Seharum kembang mawar dan melati, kembang bidadari di pelaminan pengantin. Lisan fasih berpadu janji, hati bersatu mengarung bahtera dalam biduk abadi. "Sepoi Angin Rindu Oleh Jejaka Impian", mengalun merdu menjadi tembang kesetiaan, dua hati telah bertaut dalam syahdu, bilakah bersatu dalam tali cinta yang abadi. Seharum mawar dan melati, doa suci mengalun menembus batas langit, sepasang merpati putih terbang tinggi, menjemput impian yang tinggal sedetik, sedetik lagi. Mekarlah bunga sekuntum, tumbuhlah benih suci, hamparkanlah perjalanan agung, berjanjilah setia hati. -- © Copyright - All Rights Reserved

The Moon Up the Grave

Looks there are full the moon in the heart..  You come with knifes in your hand.  Kill the hope with the grave.  the moon over the grave. the women death  in your arms. ripple foams.  it is you have looking me at the window.  far a way from my palace. I killed the wolf saw the bloods.  drinking my sould fresh of bloods.  The moon in the grave .  One love start to growth. Full the moon over the graves.  and sounds of voices  wolf in night.  I see you was laughing a roast. love blue with blood of blue Princess and Loves killing rites of secreet in the rib from man of misser Trown white heart of his princess in the moon up the grave (buat sahabatku Hidayatut Thoyyibah .bulan diatas kuburan 2014) Sumber Gambar : http://abuthalhah.files.wordpress.com/2009/01/indahnya-bulan.jpg .

Sahabatku

Usia ini telah menorehkan kenangan tersendiri kenangan tentang kehidupan hitam dan putih secerah warna pelangi. Satu persatu para sahabat tercinta pergi meninggalkan dunia meninggalkan anak dan istri tercinta menuju alam baqa. Barangkali para sahabatku tidak sempat menorehkan tinta emas untuk memberi warna sejarah tapi paling tidak mereka telah berkarya untuk hidup mereka sendiri menjadi orang yang baik di mata keluarga dan orang-orang tercinta. Selamat jalan para sahabatku semoga Tuhan di tangan kananmu sorga di tangan kirimu. ( untuk sahabat-sahabat tercinta : almarhum Ahmad Suhani, Rokhana, Rusmarno, Maryam ). [category personal] [tags sahabat, usia, Tuhan, baqa]

Prahara

Kapankah engkau kan kembali, aku dendam, dicengkramku sebilah pedang, ingin benar nafsu puas menikam, pada engkau biar hilang musnah. Aku mencapai bisu, racun dan darah telah tertumpah, padahal itu lukaku, karena tikaman sendiri, disaat engkau beri saksi, bahwa cinta adalah suci, terlalu suci untuk sekedar aku nikmati. @ Jakarta 6 januari 1992.