Selama ini kita dimanja dengan fasilitas seluler yang luar biasa dari para operator seluler di indonesia, dari bonus ngobrol sampai puas milik XL, SimPati PEDE, bicara tanpa batas milik AXIS, bahkan gratis internetan milik Three maupun Telkomsel.
Semua program promo ditujukan untuk kepuasan pelanggan dan menjaring
pelanggan baru. Berdasarkan hasil survey, tarif seluler di indonesia
merupakan tarif termurah di asia. Prospek yang cerah karena pangsa
pasar yang luar biasa besar menjadikan para operator cenderung
meluncurkan promo dengan persaingan yang kurang sehat.
Okelah itu kebijaksanaan operator yang barangkali sudah
dipertimbangkan masak-masak untung ruginya. Tinggal bagaimana kita
sebagai pelanggan memanfaatkan berbagai fasilitas dan bonus dengan
bijaksana. Banyak sekarang para pelanggan memanfaatkan kemudahan ini
untuk mengumbar kesenangan nafsu dengan berpacaran jarak jauh
menggunakan kata-kata kotor yang membawa dosa,berkirim gambar
porno,dan lain sebagainya. Sekarang dunia maya berada di ujung jari
kita. Kita sendiri yang akan menentukan mau dibawa kemana diri kita
dengan qerangkat seluler kita,mau menuju keberkahan hidup atau jalan
meluncur ke neraka jahanam.
DI NEGERI INI DI NGERI INI Di negeri ini aku tak ingin bicara demokrasi setidaknya untuk kali ini apa lagi berbicara kekuasaan ...keuangan ...ketuhanan ...mengerikan !! Ini negeri dimana sepatah kata tak berarti lagi tidak seorang ratu bersabda apatah lagi orang jelata jangan dipaksakan belati untuk bersuara ketika hukum tak lagi menjadi payung di sini ada rakyat yang marah karena kekayaan hanyalah jaminan hutang belaka bukan menggadaikan negara, bukan ! tapi jiwa negara ini benar-benar merintih kesakitan aku hanya mencari panutan bukan orang pintar yang hanya pandai berbicara. Ini negeri ketika media TV dan koran menjadi Tuhan raja takluk pada sabdanya rakyat tunduk pada kebohongannya. Ini negeri ketika Tuhan yang sebenarnya didustakan kalau tidak untuk dikatakan apatriotis sebenarnya aku malu tinggal di negeri ini tapi di sini aku dilahirkan dan dibesarkan di sini pula Bapak Ibuku dimakamkan tapi di sini aku melihat kekuasaan... Keuangan ketuhanan begitu mengerikan di kengerian ini d...
Komentar