Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Keluarga Presiden

Rindu Nabi, Rindu Rasulullah

☆ Rindu Rosulullah ☆


¤ Ya Rosulallah,
Berabad jarak telah berlalu dari masamu,
ketika Engkau membangun ahlak mulia dari peradaban yang kelam,
berbagai cobaan dan perjuangan telah Kau lalui,
dari bertafakur di dalam gua hira yang sunyi,
hingga berperang di jabbal uhud demi menegakkan agama islam yang suci.


¤ Ya Rosulallah,
Engkaulah nabi yang hartawan,
pemimpin yang gagah dan rupawan,
tapi Engkau tidak berjuang demi harta benda,
bahkan seluruh harta bendamu Engkau sedekahkan demi kejayaan Islam.


¤ Ya Rosulallah,
Engkaulah pemimpin yang berhati mulia,
santun di hadapan anak yatim dan fakir miskin,
tapi tegas dan teguh di hadapan kaum kafir,
tak goyah imanmu karena ancaman,
tak luruh tekadmu karena cacian,
Kau panglima yang gagah perkasa,
mengobarkan jihad fi sabilillah.


¤ Ya Rosulallah,
Kau penghulu yang agung dan teladan bagi setiap amal perbuatan manusia,
apa yang Engkau titahkan adalah apa yang Engkau perbuat,
lurus jiwamu,
mulia akhlakmu,
Engkau terhindar dari dosa,
karena Engkaulah seorang hamba yang jiwamu berada dalam genggaman Tuhannya.


¤ Ya Rosulallah,
andai aku berada dekat di sisimu,
tentu kan ku basuh tangan dan kakimu
sebagai tanda cinta dan kerinduanku padamu.
Lihatlah jiwaku menangis,
terjebak dalam kehidupan yang menyakitkan hati,
lihatlah para pemimpinku kini,
bagaikan jiwa-jiwa terpenjara dalam belenggu harta kekayaan dunia,
mengingkari sumpah dan janji,
berpaling dari titah kasihmu yang suci.


¤ Ya Rosulallah,
lihatlah diriku menangis,
bagaikan anak yatim di tengah padang sahara sendiri,
negeriku bergelimang bencana,
bertabur laknat ditengah kilauan emas dan permata,
jangan biarkan diri kami binasa
dalam amarah Robbmu yang tak terampunkan.


¤ Ya Rosulullah,
lihatlah negeriku terjajah,
oleh keserakahan dan kedurhakaan nafsu,
seakan tak ada sabdamu,
seakan tak ada firman dari Robbmu,
memuja akal sendiri,
mengagungkan kebenaran sendiri.


¤ Ya Rosulallah,
berabad jarak diriku dari masamu,
tapi kerinduan ini tak pernah berhenti,
Engkaulah panutan dalam hijrah dan perjuangan,
dari zaman jahiliyah menuju zaman terang dengan sinar Al Qur'an.

--


© Copyright - All Rights Reserved

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjuangan

Membeli buah2an di pasar, dimakan enak...enak...enak... Tapi menanam sendiri buah itu,menyirami,memupuk,menyiangi,merawat bunga dan buahnya,kemudian memetik dan memakan buahnya...itulah kenikmatan luar biasa yang dapat membawa kita mengerti arti perjuangan dan pengorbanan. Menuju keberhasilan itu sabar,sabar dan sabar... -- CREATED BY : MUHAMMAD SAROJI

السلام عليكم ورحمة‎ ‎الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين اياك نعبد واياك نستعين اهدنا الصراط المستقيم صراطالذ ين انعمت عليهم غيرالمغضوب عليهم ولضالي ...

Mawar Putih

Jakarta- Jakarta

Jakarta, ketika malam mulai lengang ketika rembulan tak lagi purnama sayup-sayup terdengar bunyi kendaraan melintas mengusik gendang telinga yang merindukan kesunyian ini malam aku amat lelah ingin benar mata terpejam merengkuh bantal guling menjemput impian tapi suara gaduh tadi siang masih saja terngiang di telinga kegaduhan mesin pabrik klakson mobil bersahutan kemacetan panjang jalan raya hingar bingar musik kenangan masa muda bersatu menjadi satu warna ibu kota, hidup dan kehidupan. Jakarta, di saat menghembus angin dingin yang kering pertanda gersang musim telah tiba telah dua purnama kaki ini melangkah menelusuri detik-detik kehidupan yang tak lagi ramah tak mungkin bukan ? aku mundur ke belakang ? Tak mungkin bukan ? aku harus menyerah dan kalah ? Jakarta, inilah saatnya aku kembali mengeja makna cinta dan kasih sayang yang berdiri menantang di antara dendam dan kebencian ini hidup untuk cinta, tapi cinta apa ? orang rela mati karena cinta merana dan terhina karena cinta. Jakar...

The Moon Up the Grave

Looks there are full the moon in the heart..  You come with knifes in your hand.  Kill the hope with the grave.  the moon over the grave. the women death  in your arms. ripple foams.  it is you have looking me at the window.  far a way from my palace. I killed the wolf saw the bloods.  drinking my sould fresh of bloods.  The moon in the grave .  One love start to growth. Full the moon over the graves.  and sounds of voices  wolf in night.  I see you was laughing a roast. love blue with blood of blue Princess and Loves killing rites of secreet in the rib from man of misser Trown white heart of his princess in the moon up the grave (buat sahabatku Hidayatut Thoyyibah .bulan diatas kuburan 2014) Sumber Gambar : http://abuthalhah.files.wordpress.com/2009/01/indahnya-bulan.jpg .

Sahabatku

Usia ini telah menorehkan kenangan tersendiri kenangan tentang kehidupan hitam dan putih secerah warna pelangi. Satu persatu para sahabat tercinta pergi meninggalkan dunia meninggalkan anak dan istri tercinta menuju alam baqa. Barangkali para sahabatku tidak sempat menorehkan tinta emas untuk memberi warna sejarah tapi paling tidak mereka telah berkarya untuk hidup mereka sendiri menjadi orang yang baik di mata keluarga dan orang-orang tercinta. Selamat jalan para sahabatku semoga Tuhan di tangan kananmu sorga di tangan kirimu. ( untuk sahabat-sahabat tercinta : almarhum Ahmad Suhani, Rokhana, Rusmarno, Maryam ). [category personal] [tags sahabat, usia, Tuhan, baqa]

Prahara

Kapankah engkau kan kembali, aku dendam, dicengkramku sebilah pedang, ingin benar nafsu puas menikam, pada engkau biar hilang musnah. Aku mencapai bisu, racun dan darah telah tertumpah, padahal itu lukaku, karena tikaman sendiri, disaat engkau beri saksi, bahwa cinta adalah suci, terlalu suci untuk sekedar aku nikmati. @ Jakarta 6 januari 1992.

Kasih Sayang

Dalam keluarga, anak dan istri adalah sumber kasih sayang. Kepada merekalah harapan dan kedamaian menjadi tumpuan. Ketika sang suami merantau ke kota Jakarta, anak dan istri tak lupa mendoakan. Ketika dilanda kesusahan, merekalah hiburan yang menyejukkan. Anak dan istri adalah permata hati, tempat kasih sayang terjalin rapih, anak dan istri menjadi bukti kasih sayang yang suci.